Jumat, 05 Januari 2018

Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City

Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City
Pemain-pemain Manchester City merayakan kemenangannya.
Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City.
Manchester City tampil begitu gemilang hingga pekan ke-22 English Premier League (Liga Primer Inggris) 2017/2018 dan berpeluang sangat besar untuk menjadi juara di akhir musim nanti. Hingga pekan ke-22, Manchester City unggul 15 poin atas Manchester United yang berada di peringkat kedua klasemen sementara. Sebelum ditahan imbang 0-0 oleh Crystal Palace pada laga pekan ke-21, City telah berhasil menang dalam 18 laga beruntun. Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor kemenangan beruntun yang sebelumnya mereka cetak sendiri.

Selain rekor tersebut, musim ini Manchester City dipercaya akan mampu memecahkan beberapa rekor hebat di Liga Primer Inggris. Mari kita simak bersama rekor-rekor Premier League yang siap dipecahkan Manchester City di akhir musim 2017/2018 nanti.

Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City #1
Sampai saat ini, Chelsea masih memegang rekor jumlah kemenangan semusim di Premier League yaitu sebanyak 30 kemenangan yang diraih musim 2016/2017 lalu.

Hingga berakhirnya pekan ke-22, City telah meraih 20 kemenangan, itu artinya City masih membutuhkan 11 kemenangan lagi untuk memecahkan rekor yang dimiliki Chelsea. Namun melihat performa City yang stabil dan masih belum terkalahkan hingga pekan ke-22, kemungkinan rekor tersebut dapat dipecahkan di akhir musim nanti.

Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City #2
Selain memegang rekor kemenangan terbanyak dalam semusim, Chelsea juga memegang rekor perolehan poin terbanyak dalam satu musim di Liga Primer Inggris. Chelsea mampu meraup 95 poin ketika menjadi juara Liga Primer Inggris musim 2004/2005.

Manchester City saat ini secara rata-rata mampu memperoleh 2,81 poin per pertandingan dan sudah meraih poin total 62 poin hingga pekan ke-22. Dengan rata-rata perolehan poin seperti itu, City masih memiliki kemungkinan untuk meraih 44-45 poin lagi hingga akhir musim nanti. Dengan demikian City secara total akan mampu meraup 106 atau 107 poin di akhir musim nanti.

Senin, 01 Januari 2018

Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan

Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan
Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan
(sumber: google.com)
Ricardo Izecson dos Santos Leite atau lebih dikenal dengan Kaka adalah pesepakbola dunia asal Brazil dan mantan bintang yang telah menjadi legenda klub AC Milan. Pemain bola yang pernah menjadi salah satu pemain termahal dunia kala ditebus oleh Real Madrid dari AC Milan ini akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya di dunia sepak bola alias gantung sepatu. Kaka memutuskan untuk pensiun pada usianya yang ke-35 tahun pada 17/12/2017 yang lalu. Selain bahwa Kaka adalah salah satu pesepakbola terbaik dunia dan juga pernah menjadi salah satu pemain termahal dunia, ternyata masih ada beberapa hal unik lain mengenainya yang mungkin belum kita semua ketahui. Oleh karena itu, mari kita coba simak bersama serba-serbi Ricardo Kaka sang legenda AC Milan tersebut.

Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan #1 - Kaka Nyaris Lumpuh
Sejak kecil Kaka sudah berminat untuk menjadi pemain sepak bola profesional, namun ternyata langkah untuk menuju kesana tidaklah mudah bagi dirinya. Walaupun telah bermain bagus sejak masih usia muda, tetapi Kaka memiliki tubuh yang sangat kecil dan rentan cedera. Karena terlalu lemah untuk menjadi pemain bola profesional, pada usia 15 tahun, dokter menyarankannya untuk mengikuti program nutrisi. Kaka pun akhirnya mengikuti program tersebut dan sebagai hasilnya dalam waktu tidak sampai dua tahun dia telah berhasil menambah massa ototnya hingga 10 kilogram.

Tetapi ternyata tantangan untuk menjadi pemain bola profesional belum berhenti sampai disana. Pada tahun 2000, Kaka mengalami kecelakaan aneh ketika melompat ke kolam renang yang membuatnya hampir kehilangan kedua kakinya. Kaka juga pernah mengalami cedera tulang belakang yang nyaris membuatnya lumpuh.

Namun berkat kepercayaan yang penuh kepada Tuhan dan istirahat yang cukup panjang, akhirnya dia berhasil pulih dan dapat kembali bermain bola. Kejadian nyaris lumpuh itu pula yang akhirnya membentuk persepsinya yang berbeda tentang dunia ini.

Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan #2 - Sang Adik Bersama di AC Milan
Terpincut oleh bakat yang dimiliki Kaka, AC Milan akhirnya memutuskan untuk mendatangkan Kaka pada tahun 2003 dari Sao Paulo. Nilai transfer Kaka pada waktu itu terbilang fantastis yaitu 8,5 Juta Euro. Kaka datang ke AC Milan saat masih berusia 22 tahun.

Pada saat kedatangan Kaka, AC Milan merupakan tim yang cukup berumur. Saat itu, rata-rata umur pemain AC Milan sudah di atas 30 tahun, bahkan ada yang sudah berumur 36 tahun. Oleh karena itu, Kaka yang masih berusia 22 tahun tampak sangat muda dibandingkan rekan-rekan setimnya dan oleh karena itu pula mereka menganggapnya seperti seorang adik. Rekan-rekan setim yang lebih tua itu menjadi sangat protektif terhadap Kaka mengingat usianya yang masih muda dan ditambah pula bahwa Kaka adalah orang yang sangat sopan serta mudah disayangi.

Kamis, 28 Desember 2017

Takashi Inui Pemain Sayap SD Eibar Pencetak Gol Tercepat La Liga

Takashi Inui menandatangani kontrak bersama Eintracht Frankfurt
Takashi Inui menandatangani kontrak
bersama Eintracht Frankfurt

(sumber: wikipedia.com)
Tulisan kali ini akan membahas profil pemain, yaitu pemain sayap asal Jepang yang bermain di klub SD Eibar yang berlaga di La Liga Spanyol. Kenapa membahas profil pemain tersebut ? Sesuai judul tulisan ini, telah dapat diketahui, karena Takashi Inui merupakan pencetak gol tercepat La Liga sampai sejauh ini. Mari kita simak bersama profil Takashi Inui pemain sayap SD Eibar pencetak gol tercepat La Liga.

Takashi Inui merupakan seorang pemain berkebangsaan Jepang yang terlahir pada 2 Juni 1988 di Omihachiman, Jepang. Pemain dengan tinggi badan 169 cm ini bermain di posisi sayap (winger) atau attacking midfielder (gelandang serang). Selain bermain untuk klub La Liga SD Eibar, Inui juga bermain untuk tim nasional Jepang.

Takashi Inui yang tampil gemilang pada laga SD Eibar melawan Girona dalam sebuah laga La Liga yang digelar pada 21/12/2017 waktu Spanyol mengawali karir bermain sepak bola nya kala membela tim sepak bola sekolahnya di Jepang yaitu Shiga Yasu High School. Bersama tim sekolahnya tersebut Inui berhasil mencetak prestasi kala memenangi All Japan High School Soccer Tournament Letterwinner pada tahun 2006.

Takashi Inui yang mampu mencetak dua gol pada laga SD Eibar melawan Girona, memulai karir sepak bola professional bersama klub Yokohama Marinos pada tahun 2007 yang berlaga di kompetisi Divisi 1 Liga Jepang. Debut professional dijalani pada laga melawan Yokohama F.C yang dihelat pada 10 Maret 2007. Akan tetapi debut professional Inui tidak berjalan mulus. Selama membela Yokohama Marinos, Inui kesulitan mendapatkan tempat reguler di tim utama, dimana akhirnya Inui dipinjamkan ke klub Divisi 2 Liga Jepang Cerezo Osaka pada Juni 2008. Takashi Inui akhirnya pindah secara permanen ke klub tersebut pada akhir musim.

Rabu, 27 Desember 2017

Ali Khaseif, Sang Kiper Super Al Jazira

Piala Dunia Antar Klub atau FIFA Club World Cup baru saja berakhir belum sampai dua minggu lalu, yang menghadirkan Real Madrid sebagai juara setelah mengandaskan perlawanan Gremio asal Brazil. Namun bukan itu yang hendak diulas pada tulisan kali ini, melainkan mengenai kiper dari salah satu klub yang disingkirkan Real Madrid di semifinal Piala Dunia Antar Klub, Al Jazira.

Ali Khaseif, Sang Kiper Super Al Jazira
Ali Khaseif, Sang Kiper Super Al Jazira
(sumber: fifa.com)
Bagi yang menonton laga Real Madrid menghadapi Al Jazira, pasti mengetahui mengenai kiper yang tampil begitu super pada laga tersebut. Kiper yang sanggup membuat seluruh pemain bintang Real Madrid tak mampu menyarangkan satu gol pun ke gawang Al Jazira. Kiper yang mampu membuat pemain Real begitu frustasi pada babak pertama. Ali Khaseif itulah nama sang kiper super Al Jazira yang sanggup menyulitkan Real Madrid di babak pertama melalui upayanya untuk memblok atau menepis sebagian besar upaya pemain Real Madrid yang mengarah ke gawang Al Jazira yang dikawalnya.

Berkat penampilannya yang gemilang, Ali Khaseif sang kiper super Al Jazira mampu menarik perhatian dan menjadi sorotan berbagai pihak, khususnya yang menyaksikan laga Real Madrid menghadapi Al Jazira yang digelar pada Rabu 13-12-2017 waktu setempat di Stadion Sheikh Sayed Sports City. Pada laga tersebut, Ali Khaseif hanya tampil selama 51 menit dan kemudian digantikan oleh kiper kedua Al Jazira.

Walaupun tidak tampil penuh selama 90 menit pada laga tersebut, tetapi penampilan gemilang Ali Khaseif sang kiper super Al Jazira sanggup membuat Al Jazira unggul hingga berakhirnya 45 menit pertama pertandingan. Seperti kita ketahui bersama, memang pada akhirnya Real Madrid memenangkan laga melawan Al Jazira, tetapi kemenangan Madrid tersebut tercipta melalui gol-gol yang lahir setelah Ali Khaseif digantikan oleh Al Senani pada menit ke-51. Jadi secara resmi, tak ada satupun pemain Madrid yang sanggup membobol gawang Ali Khaseif. Fakta tersebut semakin menguatkan dan membuat Ali Khaseif layak dijuluki sebagai sang kiper super Al Jazira. Sebagai tambahan pula, performa Ali Khaseif bisa jadi juga dipengaruhi oleh jabatan kapten tim yang diembannya.

Itulah sekilas kisah dan ulasan mengenai Ali Khaseif sang kiper super Al Jazira. Kiper yang tampil gemilang selama perhelatan Piala Dunia Antar Klub yang baru berakhir belum terlalu lama ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. [dari berbagai sumber].

Senin, 18 Desember 2017

100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 4 (31-40)

100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 4 (31-40)
100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin
Belum Kita Ketahui - Bagian 4 (31-40)
(sumber: google.com)
Masih melanjutkan tulisan sebelumnya, 100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 3 (21-30), tulisan kali ini akan mengulas 10 fakta unik Piala Dunia berikutnya yang mungkin belum kita ketahui. Mari kita simak bersama fakta-fakta unik tersebut.

Fakta Unik Piala Dunia #31 - Rusia selaku tuan rumah Piala Dunia 2018 (bukan ketika masih menjadi Uni Soviet) tidak pernah lolos dari babak grup pada tiga edisi Piala Dunia 1994, 2002, dan 2014.

Fakta Unik Piala Dunia #32 - Helmut Schön merupakan pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia yaitu 25 kali kala menangani Jerman Barat.

Fakta Unik Piala Dunia #33 - Oscar Washington Tabarez, pelatih tim nasional Uruguay, akan melatih untuk keempat kalinya dalam ajang Piala Dunia sepanjang sejarah karirnya. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan semua pelatih yang ada di Piala Dunia 2018.

Fakta Unik Piala Dunia #34 - Setiap Piala Dunia digelar, kejuaraan tersebut selalu dimenangkan oleh pelatih yang memiliki kebangsaan sama dengan negara yang dilatih.

Fakta Unik Piala Dunia #35 - Antonio Carbajal (pemain tim nasional Meksiko) dan Lothar Matthaus (legenda Jerman) tampil dalam 5 turnamen Piala Dunia. Rafael Marguez memiliki peluang untuk menyamai capaian tersebut jika tampil di Piala Dunia Rusia 2018.

Jumat, 15 Desember 2017

100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 3 (21-30)

100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 3 (21-30)
100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin
Belum Kita Ketahui - Bagian 3 (21-30)
(sumber: google.com)
Artikel ini merupakan bagian ketiga dari rangkaian tulisan mengenai 100 fakta unik Piala Dunia yang mungkin belum kita ketahui. Silakan kunjungi link ini untuk membaca bagian kedua, apabila belum membaca. Mari langsung saja kita simak bersama fakta unik berikutnya mengenai Piala Dunia yang mungkin belum kita ketahui.

Fakta Unik Piala Dunia #21 - Cristiano Ronaldo adalah pemain bintang yang benar-benar spesial. Tahukah bahwa ternyata Cristiano Ronaldo turut punya andil dalam 18 gol (15 gol dan 3 assist) yang dicetak Portugal selama babak kualifikasi Piala Dunia 2018 ?

Fakta Unik Piala Dunia #22 - dalam 8 laga terakhirnya di Piala Dunia, tim nasional Polandia mengalami 6 kali kekalahan.

Fakta Unik Piala Dunia #23 - terakhir kali tim nasional Swiss mampu melewati babak kedua adalah ketika mereka mampu mencapai babak perempat final pada Piala Dunia 1954, sejak saat itu dan hingga kini, mereka tidak mampu melangkah lebih jauh dari babak kedua.

Fakta Unik Piala Dunia #24 - dalam 24 laga yang pernah dijalani di Piala Dunia, tim nasional Swedia hanya mampu tiga kali saja menjaga gawangnya tetap steril.

Kamis, 14 Desember 2017

100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 2 (11-20)

100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 2 (11-20)
100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin
Belum Kita Ketahui - Bagian 2 (11-20)
(sumber: google.com)
Pada tahun 2018 yang tak lama akan segera hadir terdapat suatu event akbar sepak bola pria, yaitu Piala Dunia Rusia 2018 yang digelar di pertengahan tahun depan. Namun sebelum kita menyaksikan pergelaran paling akbar di ajang sepak bola pria tersebut, maka tidak ada salahnya kalau kita menyimak terlebih dahulu beberapa fakta unik mengenai Piala Dunia yang disarikan dari berbagai sumber di internet. Tulisan kali ini adalah sambungan dari bagian pertama yang membahas 10 fakta unik Piala Dunia. Mari kita simak bersama 10 fakta unik Piala Dunia berikutnya.

Fakta Unik Piala Dunia #11 - Italia (Juara Dunia 2006) dan Spanyol (Juara Dunia 2010), kedua negara tersebut gagal di babak grup pada perhelatan Piala Dunia berikutnya setelah mereka menjadi juara.

Fakta Unik Piala Dunia #12 - Jerman menjadi negara yang berpeluang untuk menjadi juara beruntun pada Piala Dunia Rusia 2018. Negara terakhir yang mampu melakukannya adalah Brazil pada Piala Dunia 1962.

Fakta Unik Piala Dunia #13 - Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya pernah empat kali saja terjadi dimana ada negara yang mampu memenangi seluruh pertandingan Piala Dunia, yaitu Uruguay (Piala Dunia 1930), Italia (Piala Dunia 1938), Brazil (Piala Dunia 1970 dan 2002).

100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 1 (1-10)


100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 1 (1-10)
100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin
Belum Kita Ketahui - Bagian 1 (1-10)

(sumber: google.com)
Pada tahun 2018 yang tak lama akan segera hadir terdapat suatu event akbar sepak bola pria, yaitu Piala Dunia Rusia 2018 yang digelar di pertengahan tahun depan. Namun sebelum kita menyaksikan pergelaran paling akbar di ajang sepak bola pria tersebut, maka tidak ada salahnya kalau kita menyimak terlebih dahulu beberapa fakta unik mengenai Piala Dunia yang disarikan dari berbagai sumber di internet. Mengingat banyaknya fakta unik yang akan dibahas, maka fakta-fakta tersebut akan dibagi ke dalam 10 bagian supaya lebih mudah dibaca dan dipahami. Mari kita simak bersama.

Fakta Unik Piala Dunia #1 - Selama penyelenggaraan Piala Dunia, tidak banyak pertandingan yang mampu menghasilkan jumlah gol yang luar biasa banyak, mengingat rata-rata tim yang berlaga di ajang sekelas Piala Dunia memang memiliki kekuatan yang hampir merata. Pertandingan dengan jumlah gol terbanyak yang pernah terjadi selama sejarah penyelenggaraan Piala Dunia terjadi pada 26 Juni 1954 dalam laga antara Austria melawan Swiss dengan skor akhir 7-5.

Fakta Unik Piala Dunia #2 - Piala Dunia merupakan ajang yang bisa menghasilkan pertandingan dengan skor ketat karena kekuatan kontestan yang hampir merata, oleh karena itu tidak banyak negara peserta yang mampu mencetak gol dalam jumlah yang banyak pula. Jerman adalah negara pencetak gol terbanyak dalam tiga edisi Piala Dunia terkini, yaitu 14 gol pada Piala Dunia 2006, 16 gol pada Piala Dunia 2010, dan 18 gol pada Piala Dunia 2014.

Fakta Unik Piala Dunia #3 - Tidak banyak pertandingan dengan jumlah gol atau skor besar di Piala Dunia, oleh karena itu pula tidak banyak jumlah total gol yang tercetak dalam satu perhelatan penuh Piala Dunia. Sejauh ini, terdapat dua edisi Piala Dunia dengan jumlah total gol terbanyak, yaitu Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2014, dengan jumlah total gol 171. Sementara itu, Piala Dunia dengan jumlah total gol tersedikit terjadi pada Piala Dunia 2010 dengan jumlah gol 145.

Selasa, 12 Desember 2017

El Zamora: Penghargaan Kiper Terbaik La Liga

Setiap pencapaian prestasi tentu harus diapresiasi atau diberi penghargaan supaya setiap insan yang terlibat tetap terus bersemangat dan berpacu untuk berada pada level terbaik serta meraih prestasi hebat berikutnya. Hal ini berlaku di semua bidang, termasuk sepak bola. Setiap tahun penghargaan untuk pemain sepak bola terbaik diberikan, yaitu penghargaan Ballon d'Or dan berbagai macam penghargaan lainnya. Umumnya yang mereka memperoleh penghargaan adalah pemain dengan posisi non penjaga gawang, mungkin karena itu pula perlu ada suatu jenis penghargaan untuk lebih memotivasi serta menghargai penjaga gawang yang telah berjibaku untuk menjaga agar gawang tetap steril dari terjangan gol demi gol lawan. Tulisan kali akan mencoba membahas salah satu penghargaan yang diberikan terhadap kiper berprestasi setiap musimnya, yaitu El Zamora, penghargaan untuk kiper terbaik La Liga.

El Zamora: Penghargaan Kiper Terbaik La Liga
El Zamora: Penghargaan Kiper Terbaik La Liga.
Claudio Bravo berpose bersama El Zamora Trophy ynag diraihnya.
(sumber: google.com)
El Zamora atau dikenal pula dengan nama Ricardo Zamora Trophy merupakan penghargaan kiper terbaik La Liga yang diberikan setiap musim untuk kiper dengan rasio kebobolan berbanding jumlah bertanding terendah di liga dalam semusim, dimana setiap kiper yang dapat memperoleh penghargaan tersebut harus bertanding minimal 15 kali dalam semusim.

Penghargaan El Zamora diberi nama sesuai dengan nama salah satu kiper legendaris Spanyol yaitu Ricardo Zamora yang lahir pada 21 Januari 1901 dan meninggal dunia pada 8 September 1978 dalam usia 77 tahun. Ricardo Zamora dikenal sebagai kiper tangguh pada eranya dan hingga kini masih dikenal sebagai kiper terbaik yang pernah dimiliki oleh Spanyol.

Sabtu, 09 Desember 2017

Gian Piero Ventura Sang Pelatih Yang Gagal Membawa Italia Lolos Ke Piala Dunia 2018

Gian Piero Ventura Sang Pelatih Yang Gagal Membawa Italia Lolos Ke Piala Dunia 2018
Gian Piero Ventura Sang Pelatih Yang Gagal
Membawa Italia Lolos Ke Piala Dunia 2018
(sumber: Claudio Villa/Getty Images)
Sebuah kesalahan memiliki kemungkinan untuk merembet dan memancing atau menimbulkan kesalahan-kesalahan lainnya. Hal itulah yang tampaknya terjadi dengan tim nasional sepak bola Italia. Berawal dari kesalahan dalam memilih pelatih, berlanjut ke kesalahan pelatih dalam menerapkan strategi serta taktik bermain di atas lapangan, berlanjut lagi ke kesalahan dalam pemilihan pemain, dan akhirnya berakhir dengan kegagalan tim nasional sepak bola Italia untuk berkiprah di Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia tahun depan. Kali ini, mari kita mencoba mengenal lebih jauh mengenai sang pelatih yang telah gagal membawa Italia berkiprah di Piala Dunia 2018, kegagalan pertama kalinya sejak 60 tahun yang lalu.

Menurut sumber wikipedia yang diperoleh pada tanggal 10-12-2016, Gian Piero Ventura yang lahir pada 14 Januari 1948 merupakan seorang manajer dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Italia. Gian Piero Ventura terakhir menjabat sebagai pelatih tim sepak bola pria Italia.

Gian Piero Ventura memulai karirnya sebagai seorang pemain melalui akademi pemain muda Sampdoria. Ventura menjadi pemain Sampdoria pada tahun 1968-1969. Selama menjadi pemain Sampdoria, Ventura tidak mampu menembus tim utama. Karirnya sebagai pemain lebih banyak bermain di Serie D, kecuali pada musim 1970-1971, dimana dia mampu bermain di Serie C bersama klub USD Enna. Selama membela USD Enna, Ventura hanya mampu tampil sebanyak 9 kali.

Secara keseluruhan, Gian Piero Ventura aktif bermain mulai 1968 hingga 1978, sebuah karir yang tergolong singkat sebagai pesepakbola. Jadi bisa dikatakan karir Ventura sebagai pemain tidak terlalu mengkilap. Klub terakhir yang dia bela adalah Novese pada 1976-1978. Setelah itu Ventura tampaknya memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola.

Senin, 13 November 2017

Italia Sang Juara Dunia Yang Gagal Lolos Ke Piala Dunia 2018

Italia Sang Juara Dunia Yang Gagal Lolos Ke Piala Dunia 2018
Italia Sang Juara Dunia Yang Gagal Lolos Ke Piala Dunia 2018
(sumber: AFP/Miguel)
Piala Dunia merupakan ajang atau kompetisi paling bergengsi antar negara-negara di dunia. Sebuah ajang yang sangat prestisius bagi setiap negara di dunia. Karena itu, setiap negara di dunia selalu berupaya mati-matian untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia yang diadakan setiap empat tahun sekali. Perjuangan untuk lolos kesana selalu dimulai dari babak kualifikasi yang diadakan di setiap zona atau wilayah keberadaan masing-masing negara. Hasil akhir dari babak kualifikasi inilah yang akan menentukan apakah suatu negara layak atau tidak untuk lolos ke putaran final Piala Dunia.

Hingga tulisan ini dibuat, sudah ada 29 negara yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Tinggal tersisa tiga tempat lagi yang masih diperebutkan oleh enam negara yang saat ini sedang menjalani babak playoff antar zona atau federasi. Dari 29 negara yang sudah lolos tersebut, tujuh diantaranya adalah negara yang pernah menjadi Juara Dunia. Sayangnya, ada satu negara yang juga pernah menjadi Juara Dunia yang gagal lolos ke Piala Dunia 2018 mendatang.

Tim nasional Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 yang akan datang setelah kalah agregat melawan tim nasional Swedia pada playoff zona Eropa. Pada laga pertama yang berlangsung di Solna, Swedia, pada Jumat lalu, Italia kalah 1-0. Sementara pada laga yang kedua yang dilangsungkan di San Siro, Milan, Italia hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan Swedia. Dengan hasil itu, maka Swedia yang berhak ke putaran final Piala Dunia 2018 dengan agregat 1-0.

Bagi Italia, kegagalan melangkah ke putaran final Piala Dunia 2018 ini menjadi yang pertama kali sejak kegagalan ke putaran final Piala Dunia 1958 atau sekitar 60 tahun lalu. Enam dekade lalu, tim yang sering dijuluki "Gli Azzurri" itu tersingkir setelah kalah dari Irlandia Utara pada pertandingan terakhir kualifikasi. Pada 15 Januari 1958, Italia kalah 1-2 di Belfast. Hasil tersebut membuat Irlandia Utara yang berhak tampil di putaran final Piala Dunia 1958 yang digelar di Swedia.

Minggu, 12 November 2017

David Silva Sang Kapten Kedua Manchester City

David Silva Sang Kapten Kedua Manchester City
David Silva Sang Kapten Kedua Manchester City
Tulisan kali ini akan membahas salah satu sosok penting dibalik keganasan performa dan gairah Manchester City dalam mengarungi ketatnya kompetisi musim 2017/2018 hingga pekan ke-11 yang berakhir pada minggu lalu. Siapakah sosok tersebut ? Mari kita simak saja tulisan kali ini.

David Silva merupakan salah satu pemain tengah andalan Manchester City pada musim 2017/2018 ini. Silva menjadi salah satu pentolan alias tokoh utama dalam skema permainan Manchester City arahan Guardiola. David Silva merupakan salah satu pemain terbaik dalam sejarah Manchester City. Silva pertama kali bergabung ke City pada tahun 2010 dan sejak saat itu, dia telah menyumbangkan sejumlah gol serta cukup banyak assist yang berhasil membantu City hingga mampu menjadi juara Premier League dua kali.

David Josue Jimenez Silva, demikian nama lengkapnya, lahir di Arguineguin, Gran Canaria, Pulau Canary, Spanyol, pada tanggal 8 Januari 1986. Silva terlahir dari pasangan Fernando Jimenez seorang mantan perwira polisi kota yang akhirnya bertanggung jawab atas keamanan stadion Valencia CF dan ibu yang bernama Eva Silva. Ayahnya adalah orang Canaria, sementara ibunya memiliki keturunan Jepang menurut sebuah media di Canaria. Karena penampilan fisiknya pula, Silva kerap dijuluki Chino (sebutan Spanyol untuk Cina).

Silva memulai karir sepak bola dengan bergabung sebagai pemain junior di klub UD San Fernando pada tahun 1995 hingga 2000. Silva kemudian berpindah klub dan bermain untuk tim junior Valencia pada tahun 2000-2003. Pada awal karirnya sebagai pesepakbola, Silva bermain sebagai penjaga gawang, sebelum akhirnya berpindah posisi sebagai pemain sayap. Silva mengembangkan cara dan pola bermainnya menyerupai idola masa kecilnya Michael Laudrup.

Sabtu, 11 November 2017

Mikel Oyarzabal Debutan Termuda Tim Nasional Senior Spanyol Asal Klub Real Sociedad

Mikel Oyarzabal Debutan Termuda Tim Nasional Senior Spanyol Asal Klub Real Sociedad
Mikel Oyarzabal Debutan Termuda Tim Nasional Senior Spanyol
Asal Klub Real Sociedad
Tulisan ini akan membahas mengenai profil salah satu pemain sepak bola muda fenomenal dari klub Real Sociedad dan juga yang telah bermain membela tim nasional senior Spanyol. Mari kita simak bersama profil dan juga serba-serbi lain dari pemain fenomenal tersebut.

Mikel Oyarzabal Ugarte, demikian nama lengkapnya, merupakan seorang pesepakbola kelahiran 21 April 1997 di Eibar, Gipuzkoa yang berada di wilayah Basque. Pemain yang berposisi sebagai gelandang sayap atau winger ini berpostur 180 cm dan bobot 78 kilogram. Pemain yang saat ini masih berusia 20 tahun tersebut memakai nomor punggung 18 di klubnya Real Sociedad. Oyarzabal, demikian nama panggilannya, biasa bermain di posisi gelandang sayap kiri di klubnya.

Mikel Oyarzabal telah mulai bermain sepak bola sejak masih berusia 5 tahun. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh sosok ayahnya yang juga merupakan seorang pesepakbola. Namun dia belum benar-benar bermain secara serius saat itu. Oyarzabal kecil banyak berlatih sepak bola di Eibar, walaupun sebenarnya Oyarzabal juga sempat diincar oleh Bilbao saat masih berusia 11 tahun. Namun karena saat itu sang ayah menganggap putranya masih terlalu muda untuk bermain sepak bola secara serius, maka beliau menganjurkan Oyarzabal untuk tetap berlatih di Eibar.

Oyarzabal memulai petualangannya sebagai pemain bola secara lebih serius ketika memutuskan untuk bergabung dan berlatih  bersama akademi Real Sociedad saat dia berumur 14 tahun pada tahun 2011 lalu. Walaupun masih tergolong pemain junior (pemain akademi), Oyarzabal mendapat kepercayaan untuk memulai debutnya sebagai pemain senior ketika dipercaya tampil di tim Real Sociedad B pada laga melawan SD Amorebieta tanggal 15 November 2014 dalam laga kompetisi Segunda Division B. Kala itu, Oyarzabal masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Laga tandang tersebut berakhir dengan kemenangan dengan skor 3-2 untuk Real Sociedad B.