Jumat, 22 Juni 2018

Profil dan Fakta-Fakta Menarik Gareth Bale Sang Pahlawan Kemenangan Real Madrid di Final Liga Champions 2018

Profil dan Fakta-Fakta Menarik Gareth Bale Sang Pahlawan Kemenangan Real Madrid di Final Liga Champions 2018
Profil dan Fakta-Fakta Menarik Gareth Bale Sang
Pahlawan Kemenangan Real Madrid di Final Liga Champions 2018

(sumber: www.wikipedia.org)
Seperti sudah kita ketahui bersama, Real Madrid akhirnya keluar sebagai pemenang dalam laga super seru yang berlangsung pada Minggu dini hari 27 Mei 2018 kemarin. Ya, Madrid akhirnya resmi menjadi Juara Liga Champions Eropa 2017/2018. Juara kali ini merupakan yang ketiga kalinya secara beruntun. Sebuah rekor baru yang ditorehkan oleh klub yang memiliki julukan Los Galacticos atau klub dari lain galaksi tersebut. Gelar tersebut juga semakin mengukuhkan hegemoni dan kedigdayaan Real Madrid di kompetisi tertinggi antar klub Eropa tersebut.

Kali ini, kita tidak akan mengulas terlalu banyak dan terlalu jauh mengenai Real Madrid maupun mengenai kemenangan yang berhasil diraih di laga final Liga Champions Eropa 2018. Artikel kali ini lebih akan mengulas profil dan fakta-fakta menarik pahlawan utama kemenangan Real Madrid atas Liverpool di laga final yang baru saja berlalu. Siapakah pahlawan kemenangan itu ? Tak lain dan tak bukan adalah Gareth Bale. Kita akan mengulas mengenai profil dan fakta-fakta menarik Gareth Bale sang pahlawan kemenangan Real Madrid di final Liga Champions 2018.

Gareth Frank Bale begitulah nama lengkap dari pesepakbola asal Wales kelahiran 16 Juli 1989 tersebut. Gareth Bale memiliki posisi bermain sebagai gelandang sayap atau gelandang serang, tetapi dalam beberapa kesempatan Bale juga ditempatkan di posisi penyerang sayap.

Gareth Bale Berkostum Tottenham Hotspur
Gareth Bale Berkostum
Tottenham Hotspur
(sumber: www.wikipedia.org)
Gareth Bale yang saat ini berusia 28 tahun mengawali karir bermain sepak bola di tim akademi Southampton pada tahun 2005. Gareth Bale dipromosikan ke tim senior Southampton pada musim 2006-2007. Di akhir musim 2006-2007, Gareth Bale mencapai kesepakatan untuk pindah ke klub Tottenham Hotspur dengan kontrak selama empat tahun.

Pada awal karirnya di Southampton, Gareth Bale bermain di posisi bek sayap kiri dan dikenal sebagai pemain yang jago dalam mengeksekusi tendangan bebas. Pemain yang ditransfer ke Tottenham senilai 7 Juta Poundsterling serta dikenal sebagai pemain yang jago melepaskan tembakan jarak jauh dan memiliki kecepatan lari yang memudahkannya untuk melewati pemain bertahan lawan mengalami pergeseran posisi bermain kala berseragam Tottenham Hotspur. Perubahan manajerial dan taktik permainan membuat Gareth Bale didorong bermain lebih ke depan untuk membantu serangan.

Sabtu, 26 Mei 2018

13 atau 6 ? Prediksi Final Liga Champions Eropa 2018 Real Madrid vs Liverpool

13 atau 6 ? Prediksi Final Liga Champions Eropa 2018 Real Madrid vs Liverpool
13 atau 6 ? Prediksi Final Liga Champions Eropa 2018 Real Madrid vs Liverpool
(source: www.google.com)

Sabtu malam ini atau tepatnya Minggu dini hari nanti WIB akan digelar sebuah laga yang amat prestisius yang pasti sudah dinanti-nantikan oleh seluruh penggemar sepak bola di seluruh dunia, apalagi kalau bukan gelaran Final Liga Champions Eropa 2018. Laga final Liga Champions Eropa 2018 yang mempertemukan antara jawara bertahan Real Madrid melawan Liverpool dini hari nanti digelar di NSC Olimpiyskiy Stadium di kota Kiev, Ukraina. Tentu laga tersebut akan menjadi laga yang sangat menarik karena akan menjadi pertaruhan gengsi dua klub top Eropa, Real Madrid dan Liverpool, guna meraih gelar di penghujung musim mereka. Gelar yang dapat menjadi penutup musim yang indah.

Laga dini hari nanti juga sekaligus akan menjadi laga yang berpotensi menciptakan rekor baru di dunia sepak bola, khususnya di Liga Champions Eropa. Pada laga bergengsi antara Real Madrid melawan Liverpool, Madrid berpotensi menciptakan rekor baru sebagai klub yang mampu meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut dan sekaligus gelar ke-13 mereka di ajang ini, sementara Liverpool tentu juga sangat berambisi meraih gelar demi menambah koleksi gelar ke-6 mereka di ajang ini yang sekaligus akan semakin mengukuhkan predikat sebagai tim Liga Inggris tersukses di Liga Champions Eropa. Jadi, 13 atau 6 ? Berikut prediksi Final Liga Champions Eropa 2018 Real Madrid vs Liverpool yang coba saya susun dari berbagai sumber dan pengamatan pribadi dari seluruh rangkaian kompetisi Liga Champions musim ini.

Bagi Real Madrid, Liga Champions Eropa sudah merupakan habitat asli mereka. Performa mereka boleh saja kurang meyakinkan kala tampil di kompetisi domestik, La Liga maupun Copa Del Rey, tapi Liga Champions adalah sesuatu yang berbeda lagi. Hal itu dibuktikan dengan 12 raihan gelar Piala/Liga Champions Eropa yang sudah mereka miliki hingga saat ini. Ya, Real Madrid memang klub tersukses di ajang Liga Champions Eropa dengan raihan 12 gelar mahkota juara.

Sabtu, 19 Mei 2018

Profil dan Fakta-Fakta Menarik Casemiro Sang Gelandang Bertahan Real Madrid

Profil dan Fakta-Fakta Menarik Casemiro Sang Gelandang Bertahan Real Madrid
Profil dan Fakta-Fakta Menarik Casemiro Sang Gelandang Bertahan
Real Madrid
(sumber: www.google.com)
Carlos Henrique Casimiro, itulah nama lengkap dari Casemiro. Pemain kelahiran Sao Jose dos Campos pada 23 Februari 1992 ini memiliki kewarganegaraan Brazil dan saat ini bermain di klub Real Madrid. Posisi utama Casemiro baik di Real Madrid maupun tim nasional Brazil adalah gelandang bertahan, namun terkadang Casemiro juga bermain sedikit lebih ke depan untuk turut membantu serangan timnya.

Terlahir di kawasan atau distrik Sao Paulo, Casemiro merupakan pemain hasil binaan akademi sepak bola Sao Paulo FC. Sejak usia 11 tahun, Casemiro telah bermain bagi Sao Paulo dan sejak saat itu pula dia selalu mengemban tugas sebagai kapten tim.

Pada tahun 2009, Casemiro telah menjadi bagian dari tim nasional sepak bola Brazil untuk kejuaraan Piala Dunia U-17. Casemiro mengawali debutnya di kasta teratas sepak bola Brazil, Brazil Serie A, dalam sebuah laga tandang melawan Santos FC yang digelar pada 25 Juli 2010. Sayangnya debut Casemiro tidak berakhir dengan manis sebab Sao Paulo FC harus mengakui keunggulan tim tuan rumah.

Casemiro mencetak gol pertamanya sebagai seorang pemain profesional pada laga melawan Cruzeiro Esporte Clube yang digelar pada 15 Agustus 2010 yang berakhir dengan skor imbang 2-2. Bersama Sao Paulo, Casemiro berhasil memenangkan gelar Copa Sudamericana pada tahun 2012.

Senin, 07 Mei 2018

Profil dan Fakta-Fakta Menarik Sylvano Comvalius Sang Mantan Bomber Bali United

Profil dan Fakta-Fakta Menarik Sylvano Comvalius Sang Mantan Bomber Bali United
Profil dan Fakta-Fakta Menarik Sylvano Comvalius
Sang Mantan Bomber Bali United

Para pecinta sepak bola, khususnya sepak bola Indonesia, dan terlebih khusus lagi para suporter Bali United FC atau yang dikenal pula dengan julukan Semeton Dewata, pasti mengenal dengan baik profil dan sepak terjang pemain bola satu ini. Artikel kali ini akan membahas mengenai profil dan fakta-fakta menarik Sylvano Comvalius sang mantan bomber Bali United. Mari kita simak profil pemain kali ini.
Sylvano Dominique Comvalius, begitulah nama lengkapnya, merupakan pemain sepak bola berkebangsaan Belanda kelahiran 10 Agustus 1987. Sylvano Comvalius, demikian dia lebih dikenal, merupakan mantan bomber Bali United FC yang saat ini tampil membela klub Suphanburi FC yang berkompetisi di Thai League 1 (kompetisi teratas dalam sistem sepak bola Thailand). Pemain dengan tinggi badan 1,89 meter dan kelahiran Amsterdam ini dikenal sebagai pemain sepak bola yang sudah berkelana ke berbagai negara di dunia dalam menjalani profesinya sebagai pesepakbola profesional.

Sylvano Comvalius Merayakan Gol Bersama Rekan-Rekan Satu Tim
Sylvano Comvalius Merayakan Gol Bersama Rekan-Rekan Satu Tim
Sylvano Comvalius atau biasa disapa juga dengan Vano pernah tampil membela beberapa klub di berbagai negara berbeda, diantaranya Birkirkara FC yang berkompetisi di Maltese Premier League (divisi teratas liga Malta) pada musim 2009/2010, Stirling Albion yang berkompetisi di Scottish First Division (kasta kedua kompetisi sepak bola Skotlandia) dengan masa kontrak jangka pendek, sejak Januari 2011 membela Al-Salmiya SC yang berkompetisi di Liga Kuwait, mulai Juni 2011 bergabung ke FC Atyrau klub Divisi Utama Liga Kazakhstan. Kemudian pada Maret 2012, Vano tampil membela Fujian Smart Hero yang berlaga di China League One. Setelah itu, pada 2013/2014, Vano tampil bersama Eintracht Tier yang bermain di German Two Division. Sebelum membela Suphanburi FC, Vano sempat selama semusim, tepatnya pada musim 2017 tampil membela klub Bali United FC yang berlaga di kompetisi Indonesia Gojek Traveloka Liga 1. Bersama Bali United, Vano menikmati kejayaan dan kemungkinan besar karir terbaiknya sebagai pesepakbola sampai ini. Vano dikenal sebagai penyerang yang sangat mematikan dan berbahaya bagi lawan-lawan Bali United. Vano juga menjadi top skorer kompetisi di akhir musim dengan mencetak total 37 gol.
Kabarnya sebuah klub Anggota Malaysia Super League dikabarkan tertarik menggunakan jasa Sylvano Comvalius, walaupun performanya saat ini bersama Suphanburi FC belum dapat dikatakan spesial. Kabarnya pula, sang mantan klub Bali United FC, juga tertarik untuk kembali menggunakan jasa Vano seiring dengan belum meyakinkannya performa lini serang Bali United di awal kompetisi musim 2018 ini.

Rabu, 25 April 2018

Profil Matt Miazga Sang Defender Muda Chelsea FC

Profil Matt Miazga Sang Defender Muda Chelsea FC
Profil Matt Miazga Sang Defender Muda Chelsea FC
(sumber: google.com)
Pada posting sebelumnya, saya telah menulis tentang profil salah seorang mantan pemain dan bek legendaris Chelsea FC yaitu John Terry. Kali ini saya akan menulis profil salah satu pemain muda Chelsea FC. Kali ini kita akan mengetahui bersama profil Matt Miazga sang defender muda Chelsea FC.

Matt Miazga merupakan seorang pesepakbola muda berkebangsaan Amerika Serikat kelahiran 19 Juli 1995. Matt Miazga saat ini bermain untuk Vitesse Arnhem klub anggota Eredisivie (Divisi Utama Liga Belanda) dengan status pemain pinjaman dari klub Chelsea FC. Selain bermain untuk klubnya, Miazga juga telah beberapa kali dipanggil untuk bermain bagi tim nasional sepak bola Amerika Serikat.

Miazga berasal dari kawasan Clifton, New Jersey. Karena itu, Miazga sempat menjalani pendidikan di Clitfton High School  selama satu tahun. Namun, akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari sekolah dan bergabung ke tim akademi New York Red Bulls pada tahun 2009 di kategori usia di bawah 14 tahun (under 14 level). Kepindahan Miazga ke akademi New York Red Bulls menjadi awal dari karir sepak bolanya.

Sabtu, 31 Maret 2018

Serba Baru di Liga Champions Eropa 2018/2019


Serba Baru di Liga Champions Eropa 2018/2019
(sumber: www.tribunnews.com)
Segala sesuatu di dunia ini bisa berubah karena perubahan adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Hal yang sama juga berlaku di sepak bola, baik secara taktik maupun aturan terkait suatu kompetisi. Nah, hari ini saya membaca informasi bahwa UEFA atau Asosiasi Sepak Bola Eropa telah menetapkan beberapa hal baru yang akan berlaku untuk kompetisi sepak bola Eropa mulai musim depan. Artikel ini akan dikhususkan untuk membahas hal serba baru di Liga Champions Eropa 2018/2019. Apa saja hal serba baru di kompetisi teratas antar klub di Eropa tersebut ? Mari kita simak bersama.

UEFA menetapkan bahwa mulai musim depan (2018/2019) empat liga teratas secara nilai koefisien di Eropa akan mendapatkan keistimewaan yaitu berhak meloloskan langsung empat wakilnya ke babak grup Liga Champions 2018/2019. Empat liga teratas tersebut adalah Spanyol, Jerman, Inggris, dan Italia. Mengapa hal tersebut istimewa ? Sebab pada musim ini dan musim-musim sebelumnya tidak semua wakil empat liga teratas atau terbaik di Eropa bisa meloloskan langsung empat wakilnya ke babak grup Liga Champions Eropa. Minimal selalu ada satu klub yang harus mengawali perjuangannya sejak babak kualifikasi.

Hal-hal serba baru berikutnya di Liga Champions Eropa 2018/2019 adalah terkait peraturan yang mengatur setiap pertandingan di kompetisi teratas antar klub Eropa tersebut. Akan tetapi, peraturan tersebut juga berlaku untuk kompetisi Liga Europa. Apa saja peraturan baru tersebut ?

Peraturan baru pertama terkait jumlah pergantian pemain yang diperbolehkan dalam suatu pertandingan. UEFA memutuskan untuk mengadopsi peraturan yang sebelumnya diterapkan di Piala FA di Inggris yaitu pergantian pemain keempat diperbolehkan jika suatu laga atau pertandingan harus dilanjutkan hingga memasuki babak tambahan. Secara normal, jika suatu laga tetap berakhir dalam 90 menit, maka jumlah pergantian pemain maksimal tetap tiga orang, tetapi jika laga harus dilanjut ke babak tambahan pergantian keempat diperbolehkan.

Minggu, 25 Maret 2018

Profil John Terry Sang Mantan Kapten Chelsea FC

Profil John Terry Sang Mantan Kapten Chelsea FC
Profil John Terry Sang Mantan Kapten Chelsea FC
(sumber; www.google.com)

John George Terry atau John Terry atau JT bukanlah nama yang asing bagi para pecinta sepak bola dimana pun berada. John Terry yang lahir pada 7 Desember 1980 merupakan mantan pemain belakang dan sekaligus mantan kapten tim Chelsea FC. John Terry memutuskan untuk mengakhiri karirnya di Chelsea FC pada akhir musim 2016/2017. Namun bukan berarti dia telah resmi gantung sepatu, dia menerima tawaran bermain untuk klub divisi championship Aston Villa FC.

John Terry yang kini berusia 37 tahun juga dipercaya menjadi kapten tim Aston Villa. Pemain kelahiran Barking, Inggris dengan tinggi badan 1,87  meter dan berposisi utama sebagai bek tengah (center back). John Terry dikenal sebagai pemain belakang berkarakter kuat, bertenaga, pemimpin tim, serta tangguh dalam berduel secara fisik. John Terry juga dikenal sebagai pemain belakang yang jago dalam bola-bola udara serta terkenal akan tacklingnya yang keras, penempatan diri, kepemimpinan, dan kemampuan membaca arah permainan yang bagus.

Jumat, 23 Maret 2018

Akankah Spanyol Sang Juara Piala Eropa 2008 Menjuarai Piala Dunia 2010 ?

South Africa FIFA World Cup 2010 Logo
South Africa FIFA World Cup 2010 Logo
(source: www.fifa.com)
Satu lagi sebuah artikel lama di blog saya yang lain yang saya putuskan untuk pindahkan ke blog ini. Artikel ini merupakan tulisan atau ulasan ringan seputar peluang tim nasional sepak bola pria Spanyol untuk menjuarai Piala Dunia 2010. Memang saat ini kita pasti semua sudah mengetahui bahwa pada akhirnya Spanyol mampu keluar sebagai Juara Piala Dunia 2010, tetapi mari kita kondisikan diri kita semua pada suatu waktu dimana kita belum tahu siapakah negara yang akhirnya berhasil menjuarai Piala Dunia 2010. Dengan sudut pandang tersebut, mari kita semua coba bertanya, akankah Spanyol sang Juara Piala Eropa 2008 menjuarai Piala Dunia 2010 ? Semoga cara saya mengulas peluang Spanyol dapat menjadi inspirasi atau referensi untuk dapat membuat ulasan atau prediksi pertandingan lainnya. Selamat menyimak bersama.

Mungkin sudah banyak diantara kita yang lupa bahwa pada tanggal 30 Juni 2010 ditengah perhelatan Piala Dunia 2010, Spanyol yang merupakan Juara Piala Eropa 2008 mampu mengalahkan Portugal yang merupakan salah satu tim terkuat Eropa dengan skor 1-0 pada babak perdelapan final Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Kemenangan Spanyol atas Portugal itu pula yang kemudian secara sepintas memunculkan pikiran berupa suatu pertanyaan yang pada akhirnya terjawab di akhir kompetisi Piala Dunia 2010. Akankah Spanyol  sang juara Piala Eropa 2008 menjuarai Piala Dunia 2010 ?

Akankah Spanyol Sang Juara Piala Eropa 2008 Menjuarai Piala Dunia 2010 ?
Tim Nasional Spanyol Berpose Sebelum Laga.
Akankah Spanyol Sang Juara Piala Eropa 2008 Menjuarai Piala Dunia 2010 ?
(source: www.google.com)
Pada waktu itu, mengetahui kemenangan Spanyol atas Portugal berkat gol tunggal David Villa di menit ke-63 membuat saya berpikir bahwa mungkin saja Spanyol mampu menjuarai Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Memang kala itu permainan Spanyol belumlah sepenuhnya meyakinkan seperti halnya Argentina, Belanda, atau Jerman. Namun mengingat segala kemungkinan bisa saja terjadi di dunia ini dan saya pikir Spanyol tetap memiliki peluang untuk menjadi juara.

Rabu, 21 Maret 2018

Mengingat Kembali Trix and Flix Maskot UEFA EURO 2008™

Mengingat Kembali Trix and Flix Maskot UEFA EURO 2008™
Mengingat Kembali Trix and Flix Maskot UEFA EURO 2008™
(sumber: www.google.com)

Artikel di posting kali ini sudah pernah saya upload di blog saya yang lain peteradisaputro.blogspot.com. Untuk kepentingan atau tujuan upload ulang di blog peterbicarabola.blogspot.com ini, maka saya terlebih dahulu mengedit bagian-bagian yang memang perlu supaya artikel ini tetap relevan untuk dibaca walaupun event UEFA EURO 2008™ telah lama sekali berlalu. Selamat membaca artikel ini dan semoga masih bermanfaat.

UEFA EURO 2008™ merupakan ajang sepak bola terbesar di benua Eropa yang digelar pada tahun 2008 yang lampau. Event sepak bola akbar tersebut digelar di dua negara Austria dan Swiss. Seperti halnya event sepak bola pada umumnya, tentu saja UEFA EURO 2008™ juga memiliki maskot yang mewakili event tersebut selama perhelatan ajang tersebut berlangsung.

Sebagian besar dari kita mungkin sudah lupa atau melupakan maskot dari ajang akbar sepak bola Eropa tersebut, oleh karena itu tak ada salahnya mari kita mengingat kembali Trix and Flix maskot UEFA EURO 2008™ yang begitu menarik dan keren pada masanya.

TRIX dan Flix begitulah nama kedua maskot Euro 2008 yang digelar di Austria dan Swiss tahun 2008 lampau. Kedua maskot yang sebagian besar mengandung unsur warna yang sama seperti bendera negara kita, Merah dan Putih, didesain secara khusus supaya tidak menyerupai atau meniru tokoh maskot yang sudah ada sebelumnya yang mengambil pola binatang. Trix and Flix dirancang sebagai maskot berupa dua bocah kembar yang piawai dan atraktif bermain bola.

Untuk memperkenalkan kedua maskot resmi UEFA EURO 2008™ kepada publik dan tentu saja sekaligus mempromosikan ajang sepak bola akbar di benua Eropa tersebut, dibuatlah video animasi yang kala itu ditampilkan di website resmi kejuaraan UEFA EURO 2008™ (website resmi UEFA EURO 2008™ yang beralamat di www.euro2008.com sudah tidak aktif lagi). Video animasi tersebut merupakan garapan rumah produksi animasi asal Swedia yang bernama Kaktus.

Kamis, 08 Maret 2018

Mengenal Lebih Dekat Alexia Putellas Sang Gacoan Tim Wanita Barcelona

Mengenal Lebih Dekat Alexia Putellas Sang Gacoan Tim Wanita Barcelona
Mengenal Lebih Dekat Alexia Putellas Sang Gacoan Tim Wanita Barcelona
(sumber: www.fcbarcelona.com)
Sepak bola memang sangat identik dengan olahraga yang cukup keras dan karena itu pula kerap dikaitkan dengan olahraga pria. Jarang sekali pemberitaan di media massa umum maupun media massa khusus olahraga yang membahas atau mengulas sepak bola wanita, baik secara tim maupun individu pesepakbolanya. Pada artikel kali ini, kita akan bersama mengenal lebih dekat Alexia Putellas sang gacoan tim wanita Barcelona.

Alexia Putellas Segura, demikian nama lengkapnya, merupakan seorang pesepakbola wanita berkebangsaan Spanyol yang lahir pada 4 Februari 1994. Alexia Putellas yang berposisi sebagai gelandang serang atau winger saat ini membela tim senior wanita Barcelona di kompetisi teratas sepak bola wanita Spanyol. Pemain kelahiran Mollet del Vallès yang memiliki tinggi badan 1,73 meter ini telah membela Barcelona sejak tahun 2012.

Alexia Putellas berlatih bersama timnya FC Barcelona Women
Alexia Putellas berlatih bersama timnya
FC Barcelona Women
(sumber: www.google.com)
Alexia Putellas yang mengenakan kostum dengan nomor punggung 11 di tim sepak bola wanita Barcelona telah tampil membela Barcelona di beragam kompetisi seperti Primera División de la Liga de Fútbol Femenino (kompetisi kasta tertinggi sepak bola wanita Spanyol), Copa de la Reina (kompetisi Piala Spanyol untuk sepak bola wanita), dan UEFA Women’s Champions League. Selama berkostum FC Barcelona, Alexia Putellas telah menyumbangkan sejumlah gelar antara lain 3 mahkota juara Primera División dan 2 mahkota juara Copa de la Reina.

Sebelum membela tim senior wanita Barcelona, Alexia Putellas tercatat pernah membela sejumlah tim atau klub antara lain Sabadell (2001-2005), Barcelona junior (2005-2006), Espanyol junior (2006-2010), Espanyol senior (2010-2011), Levante (2011-2012), dan Barcelona senior (2012-sekarang). Di sepanjang karir seniornya yang dimulai tahun 2010, Alexia Putellas telah tampil sebanyak 117 kali dan mencetak 31 gol di kompetisi liga domestik. Jumlah penampilan dan gol yang telah dicetak menjadi bukti peran penting Alexia Putellas di setiap tim yang dibelanya, khususnya ketika membela Barcelona, sebab sebagian besar laga dan gol di level senior di kompetisi liga domestik ditorehkannya kala berkostum Barcelona.

Senin, 26 Februari 2018

Mengenal Lebih Dekat Jos Luhukay Pelatih Berdarah Indonesia Yang Melatih Klub Liga Inggris

Mengenal Lebih Dekat Jos Luhukay Pelatih Berdarah
Indonesia Yang Melatih Klub Liga Inggris
(sumber: www.bolasport.com)
Sepak bola memang menjadi olahraga paling populer sejagat dan tentu saja juga menjadi olahraga paling digandrungi di Indonesia. Setelah sempat terpuruk akibat sanksi dari FIFA, selama sekitar dua tahun terakhir, jagat sepak bola Indonesia mulai bangkit dan bergairah kembali. Pemain-pemain asal Indonesia mulai bermain di liga luar negeri terutama di negeri jiran Malaysia. Pelatih asal Indonesia pun pernah ada yang dipercaya melatih klub di Liga Malaysia, namun siapa sangka ada pelatih berdarah Indonesia yang saat ini sedang melatih salah satu klub di Liga Inggris, walaupun bukan melatih klub di Premier League. Mari kita coba mengenal lebih dekat Jos Luhukay pelatih berdarah Indonesia yang melatih klub Liga Inggris.

Jos Luhukay lahir dan dibesarkan di Belanda pada tanggal 13 Juni 1963 dari pasangan Belanda-Indonesia (Maluku). Jos Luhukay yang saat ini melatih klub sepak bola Sheffield Wednesday di divisi Championship atau kasta kedua kompetisi Liga Inggris. Seperti umumnya pelatih atau manajer sepak bola lainnya, Jos Luhukay juga merupakan mantan pemain sepak bola dengan posisi gelandang.

Jos Luhukay memulai karir sepak bolanya pada usia 15 tahun di klub lokal di kotanya VVV-Venlo. Kemudian pada tahun 1989 Jos meninggalkan VVV-Venlo dan bermain untuk SVV Schiedam, dimana dia bertahan di klub tersebut hingga tahun 1991. Karirnya dilanjutkan di klub RKC Waalwijk dimana dia bermain disana selama 1991-1993. Pada tahun 1993, untuk pertama kalinya Jos meninggalkan negerinya menuju Jerman untuk membela klub SV Straelen. Jos membela SV Straelen pada dua periode 1993-1995 dan 1996-1998. Diantara dua periode tersebut, Jos membela klub Jerman lainnya KFC Uerdingen selama rentang 1995-1996. Ketika membela KFC Uerdingen, Jos Luhukay sempat dua kali bermain di kasta teratas kompetisi sepak bola Jerman Bundesliga. Jos Luhukay mengakhiri karir bermain sepak bola di tahun 1998 di klub SV Straelen. Semasa bermain dia selalu menempati posisi sebagai pemain tengah atau gelandang.

Hanya selang sebulan setelah memutuskan pensiun sebagai pemain, Jos Luhukay ditunjuk sebagai manajer di klub yang terakhir dibelanya SV Straelen. Dua tahun kemudian dia pindah sekali lagi untuk menukangi KFC Uerdingen sebelum akhirnya pada tahun 2002 dia dipercaya menjadi asisten pelatih klub Bundesliga 1. FC Köln.

Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola

Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola
Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola
(sumber: www.google.com)
Dalam setiap pertandingan atau permainan sepak bola, bola keluar dari lapangan permainan adalah sesuatu yang wajar dan biasa terjadi. Hal tersebut sudah menjadi bagian dari permainan yang sedang berlangsung. Bola dapat meninggalkan lapangan permainan dari sisi manapun, belakang gawang (garis gawang) maupun garis samping lapangan.

Lemparan ke dalam adalah sebuah upaya atau bagian dari permainan sepak bola yang ditujukan untuk mengembalikan bola ke dalam lapangan permainan. Lemparan ke dalam dilakukan setiap kali bola meninggalkan lapangan permainan melalui sisi samping atau garis samping lapangan permainan. Itulah salah satu panduan atau aturan dasar mengenai lemparan ke dalam pada olahraga sepak bola. Artikel kali ini akan membahas Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam di Sepak Bola.

Mengapa artikel ini dibuat ? Sebab, ternyata tidak semua orang yang bermain sepak bola atau peminat sepak bola paham benar mengenai aturan lemparan ke dalam pada olahraga sepak bola. Buktinya, Serge Aurier sang bek Tottenham Hotspur sampai tiga kali melakukan kesalahan saat melakukan lemparan ke dalam pada laga melawan Crystal Palace beberapa hari yang lalu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola #1
Lemparan ke dalam dilakukan apabila bola meninggalkan lapangan permainan melalui sisi garis samping lapangan. Lemparan ke dalam akan dilakukan oleh pemain lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola.

Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola #2
Setiap pemain yang hendak melakukan lemparan ke dalam diharuskan untuk menghadap ke arah lapangan permainan. Pemain tidak diperbolehkan melempar bola dengan posisi membelakangi lapangan walaupun tidak tertutup kemungkinan dian akan tetap dapat melakukannya dengan baik.

Kedua kaki pemain yang hendak melakukan lemparan ke dalam juga diharuskan berada di atas garis samping lapangan atau di luar lapangan serta wajib menyentuh tanah. Dalam melempar bola kembali ke lapangan permainan, kedua tangan pelempar harus berada di atas kepala serta ayunan tangan saat melempar harus dimulai dari posisi di belakang kepala.

Sabtu, 24 Februari 2018

Fakta-Fakta Menarik Seputar Undian Babak 16 Besar Europa League 2017/2018

Fakta-Fakta Menarik Seputar Undian Babak 16 Besar Europa League 2017/2018
Fakta-Fakta Menarik Seputar Undian Babak 16 Besar Europa League 2017/2018
(sumber: www.google.com)
Kita semua sudah mengetahui kompetisi terpopuler kedua di persepakbolaan Eropa setelah Champions League ini. Europa League mempertemukan tim-tim sepak bola di seluruh benua Eropa yang memenuhi kualifikasi untuk dapat bertanding di ajang tersebut, termasuk tim-tim yang gagal lolos dari babak grup Champions League di setiap musimnya.

Europa League 2017/2018 baru saja merampungkan babak 32 besar dan juga baru saja menyelesaikan undian babak 16 besar hari Jumat kemarin waktu Nyon, Swiss. Posting kali ini akan mencoba membahas fakta-fakta menarik seputar undian babak 16 besar Europa League 2017/2018 yang baru dirampungkan Sabtu dinihari WIB. Mari kita simak bersama fakta-fakta menarik yang ada.

Fakta-Fakta Menarik Seputar Undian Babak 16 Besar Europa League 2017/2018 #1
Semua tim yang lolos ke babak 16 besar ditempatkan ke dalam 3 pot atau kelompok sebelum undian dimulai. 3 pot tersebut adalah tim asal Ukraina, tim asal Rusia, dan tim dari negara-negara lain selain kedua negara yang telah disebutkan sebelumnya.

Mengapa 3 pengelompokkan tersebut dibuat ? Hal ini masih ada kaitannya dengan gejolak atau konflik yang pecah beberapa tahun lalu antara Ukraina dan Rusia yang tampaknya masih berdampak dan berlanjut hingga hari ini. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jika tim dari dua negara harus bertemu di babak yang terlalu awal, maka dibuatlah sistem pengelompokkan tersebut.

Mengacu ke 3 pengelompokkan yang telah dibuat, ditetapkan pula aturan pengundian yang menyatakan bahwa tim asal Ukraina (dalam hal ini Dynamo Kyiv) tidak akan bertemu dengan tim asal Rusia (CSKA Moscow, Lokomotiv Moscow, Zenit St. Petersburg) di babak 16 besar, sebab tim asal Ukraina akan diundi dengan tim yang berasal dari kelompok tim selain dari dua negara tersebut.

Setelah tim asal Ukraina menemukan lawannya di babak 16 besar, tim asal Rusia akan digabungkan ke dalam pot atau kelompok tim yang lain untuk kemudian pengundian akan dilanjutkan seperti biasa.