Sabtu, 31 Maret 2018

Serba Baru di Liga Champions Eropa 2018/2019


Serba Baru di Liga Champions Eropa 2018/2019
(sumber: www.tribunnews.com)
Segala sesuatu di dunia ini bisa berubah karena perubahan adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Hal yang sama juga berlaku di sepak bola, baik secara taktik maupun aturan terkait suatu kompetisi. Nah, hari ini saya membaca informasi bahwa UEFA atau Asosiasi Sepak Bola Eropa telah menetapkan beberapa hal baru yang akan berlaku untuk kompetisi sepak bola Eropa mulai musim depan. Artikel ini akan dikhususkan untuk membahas hal serba baru di Liga Champions Eropa 2018/2019. Apa saja hal serba baru di kompetisi teratas antar klub di Eropa tersebut ? Mari kita simak bersama.

UEFA menetapkan bahwa mulai musim depan (2018/2019) empat liga teratas secara nilai koefisien di Eropa akan mendapatkan keistimewaan yaitu berhak meloloskan langsung empat wakilnya ke babak grup Liga Champions 2018/2019. Empat liga teratas tersebut adalah Spanyol, Jerman, Inggris, dan Italia. Mengapa hal tersebut istimewa ? Sebab pada musim ini dan musim-musim sebelumnya tidak semua wakil empat liga teratas atau terbaik di Eropa bisa meloloskan langsung empat wakilnya ke babak grup Liga Champions Eropa. Minimal selalu ada satu klub yang harus mengawali perjuangannya sejak babak kualifikasi.

Hal-hal serba baru berikutnya di Liga Champions Eropa 2018/2019 adalah terkait peraturan yang mengatur setiap pertandingan di kompetisi teratas antar klub Eropa tersebut. Akan tetapi, peraturan tersebut juga berlaku untuk kompetisi Liga Europa. Apa saja peraturan baru tersebut ?

Peraturan baru pertama terkait jumlah pergantian pemain yang diperbolehkan dalam suatu pertandingan. UEFA memutuskan untuk mengadopsi peraturan yang sebelumnya diterapkan di Piala FA di Inggris yaitu pergantian pemain keempat diperbolehkan jika suatu laga atau pertandingan harus dilanjutkan hingga memasuki babak tambahan. Secara normal, jika suatu laga tetap berakhir dalam 90 menit, maka jumlah pergantian pemain maksimal tetap tiga orang, tetapi jika laga harus dilanjut ke babak tambahan pergantian keempat diperbolehkan.

Minggu, 25 Maret 2018

Profil John Terry Sang Mantan Kapten Chelsea FC

Profil John Terry Sang Mantan Kapten Chelsea FC
Profil John Terry Sang Mantan Kapten Chelsea FC
(sumber; www.google.com)

John George Terry atau John Terry atau JT bukanlah nama yang asing bagi para pecinta sepak bola dimana pun berada. John Terry yang lahir pada 7 Desember 1980 merupakan mantan pemain belakang dan sekaligus mantan kapten tim Chelsea FC. John Terry memutuskan untuk mengakhiri karirnya di Chelsea FC pada akhir musim 2016/2017. Namun bukan berarti dia telah resmi gantung sepatu, dia menerima tawaran bermain untuk klub divisi championship Aston Villa FC.

John Terry yang kini berusia 37 tahun juga dipercaya menjadi kapten tim Aston Villa. Pemain kelahiran Barking, Inggris dengan tinggi badan 1,87  meter dan berposisi utama sebagai bek tengah (center back). John Terry dikenal sebagai pemain belakang berkarakter kuat, bertenaga, pemimpin tim, serta tangguh dalam berduel secara fisik. John Terry juga dikenal sebagai pemain belakang yang jago dalam bola-bola udara serta terkenal akan tacklingnya yang keras, penempatan diri, kepemimpinan, dan kemampuan membaca arah permainan yang bagus.

Jumat, 23 Maret 2018

Akankah Spanyol Sang Juara Piala Eropa 2008 Menjuarai Piala Dunia 2010 ?

South Africa FIFA World Cup 2010 Logo
South Africa FIFA World Cup 2010 Logo
(source: www.fifa.com)
Satu lagi sebuah artikel lama di blog saya yang lain yang saya putuskan untuk pindahkan ke blog ini. Artikel ini merupakan tulisan atau ulasan ringan seputar peluang tim nasional sepak bola pria Spanyol untuk menjuarai Piala Dunia 2010. Memang saat ini kita pasti semua sudah mengetahui bahwa pada akhirnya Spanyol mampu keluar sebagai Juara Piala Dunia 2010, tetapi mari kita kondisikan diri kita semua pada suatu waktu dimana kita belum tahu siapakah negara yang akhirnya berhasil menjuarai Piala Dunia 2010. Dengan sudut pandang tersebut, mari kita semua coba bertanya, akankah Spanyol sang Juara Piala Eropa 2008 menjuarai Piala Dunia 2010 ? Semoga cara saya mengulas peluang Spanyol dapat menjadi inspirasi atau referensi untuk dapat membuat ulasan atau prediksi pertandingan lainnya. Selamat menyimak bersama.

Mungkin sudah banyak diantara kita yang lupa bahwa pada tanggal 30 Juni 2010 ditengah perhelatan Piala Dunia 2010, Spanyol yang merupakan Juara Piala Eropa 2008 mampu mengalahkan Portugal yang merupakan salah satu tim terkuat Eropa dengan skor 1-0 pada babak perdelapan final Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Kemenangan Spanyol atas Portugal itu pula yang kemudian secara sepintas memunculkan pikiran berupa suatu pertanyaan yang pada akhirnya terjawab di akhir kompetisi Piala Dunia 2010. Akankah Spanyol  sang juara Piala Eropa 2008 menjuarai Piala Dunia 2010 ?

Akankah Spanyol Sang Juara Piala Eropa 2008 Menjuarai Piala Dunia 2010 ?
Tim Nasional Spanyol Berpose Sebelum Laga.
Akankah Spanyol Sang Juara Piala Eropa 2008 Menjuarai Piala Dunia 2010 ?
(source: www.google.com)
Pada waktu itu, mengetahui kemenangan Spanyol atas Portugal berkat gol tunggal David Villa di menit ke-63 membuat saya berpikir bahwa mungkin saja Spanyol mampu menjuarai Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Memang kala itu permainan Spanyol belumlah sepenuhnya meyakinkan seperti halnya Argentina, Belanda, atau Jerman. Namun mengingat segala kemungkinan bisa saja terjadi di dunia ini dan saya pikir Spanyol tetap memiliki peluang untuk menjadi juara.

Rabu, 21 Maret 2018

Mengingat Kembali Trix and Flix Maskot UEFA EURO 2008™

Mengingat Kembali Trix and Flix Maskot UEFA EURO 2008™
Mengingat Kembali Trix and Flix Maskot UEFA EURO 2008™
(sumber: www.google.com)

Artikel di posting kali ini sudah pernah saya upload di blog saya yang lain peteradisaputro.blogspot.com. Untuk kepentingan atau tujuan upload ulang di blog peterbicarabola.blogspot.com ini, maka saya terlebih dahulu mengedit bagian-bagian yang memang perlu supaya artikel ini tetap relevan untuk dibaca walaupun event UEFA EURO 2008™ telah lama sekali berlalu. Selamat membaca artikel ini dan semoga masih bermanfaat.

UEFA EURO 2008™ merupakan ajang sepak bola terbesar di benua Eropa yang digelar pada tahun 2008 yang lampau. Event sepak bola akbar tersebut digelar di dua negara Austria dan Swiss. Seperti halnya event sepak bola pada umumnya, tentu saja UEFA EURO 2008™ juga memiliki maskot yang mewakili event tersebut selama perhelatan ajang tersebut berlangsung.

Sebagian besar dari kita mungkin sudah lupa atau melupakan maskot dari ajang akbar sepak bola Eropa tersebut, oleh karena itu tak ada salahnya mari kita mengingat kembali Trix and Flix maskot UEFA EURO 2008™ yang begitu menarik dan keren pada masanya.

TRIX dan Flix begitulah nama kedua maskot Euro 2008 yang digelar di Austria dan Swiss tahun 2008 lampau. Kedua maskot yang sebagian besar mengandung unsur warna yang sama seperti bendera negara kita, Merah dan Putih, didesain secara khusus supaya tidak menyerupai atau meniru tokoh maskot yang sudah ada sebelumnya yang mengambil pola binatang. Trix and Flix dirancang sebagai maskot berupa dua bocah kembar yang piawai dan atraktif bermain bola.

Untuk memperkenalkan kedua maskot resmi UEFA EURO 2008™ kepada publik dan tentu saja sekaligus mempromosikan ajang sepak bola akbar di benua Eropa tersebut, dibuatlah video animasi yang kala itu ditampilkan di website resmi kejuaraan UEFA EURO 2008™ (website resmi UEFA EURO 2008™ yang beralamat di www.euro2008.com sudah tidak aktif lagi). Video animasi tersebut merupakan garapan rumah produksi animasi asal Swedia yang bernama Kaktus.

Kamis, 08 Maret 2018

Mengenal Lebih Dekat Alexia Putellas Sang Gacoan Tim Wanita Barcelona

Mengenal Lebih Dekat Alexia Putellas Sang Gacoan Tim Wanita Barcelona
Mengenal Lebih Dekat Alexia Putellas Sang Gacoan Tim Wanita Barcelona
(sumber: www.fcbarcelona.com)
Sepak bola memang sangat identik dengan olahraga yang cukup keras dan karena itu pula kerap dikaitkan dengan olahraga pria. Jarang sekali pemberitaan di media massa umum maupun media massa khusus olahraga yang membahas atau mengulas sepak bola wanita, baik secara tim maupun individu pesepakbolanya. Pada artikel kali ini, kita akan bersama mengenal lebih dekat Alexia Putellas sang gacoan tim wanita Barcelona.

Alexia Putellas Segura, demikian nama lengkapnya, merupakan seorang pesepakbola wanita berkebangsaan Spanyol yang lahir pada 4 Februari 1994. Alexia Putellas yang berposisi sebagai gelandang serang atau winger saat ini membela tim senior wanita Barcelona di kompetisi teratas sepak bola wanita Spanyol. Pemain kelahiran Mollet del Vallès yang memiliki tinggi badan 1,73 meter ini telah membela Barcelona sejak tahun 2012.

Alexia Putellas berlatih bersama timnya FC Barcelona Women
Alexia Putellas berlatih bersama timnya
FC Barcelona Women
(sumber: www.google.com)
Alexia Putellas yang mengenakan kostum dengan nomor punggung 11 di tim sepak bola wanita Barcelona telah tampil membela Barcelona di beragam kompetisi seperti Primera División de la Liga de Fútbol Femenino (kompetisi kasta tertinggi sepak bola wanita Spanyol), Copa de la Reina (kompetisi Piala Spanyol untuk sepak bola wanita), dan UEFA Women’s Champions League. Selama berkostum FC Barcelona, Alexia Putellas telah menyumbangkan sejumlah gelar antara lain 3 mahkota juara Primera División dan 2 mahkota juara Copa de la Reina.

Sebelum membela tim senior wanita Barcelona, Alexia Putellas tercatat pernah membela sejumlah tim atau klub antara lain Sabadell (2001-2005), Barcelona junior (2005-2006), Espanyol junior (2006-2010), Espanyol senior (2010-2011), Levante (2011-2012), dan Barcelona senior (2012-sekarang). Di sepanjang karir seniornya yang dimulai tahun 2010, Alexia Putellas telah tampil sebanyak 117 kali dan mencetak 31 gol di kompetisi liga domestik. Jumlah penampilan dan gol yang telah dicetak menjadi bukti peran penting Alexia Putellas di setiap tim yang dibelanya, khususnya ketika membela Barcelona, sebab sebagian besar laga dan gol di level senior di kompetisi liga domestik ditorehkannya kala berkostum Barcelona.

Senin, 26 Februari 2018

Mengenal Lebih Dekat Jos Luhukay Pelatih Berdarah Indonesia Yang Melatih Klub Liga Inggris

Mengenal Lebih Dekat Jos Luhukay Pelatih Berdarah
Indonesia Yang Melatih Klub Liga Inggris
(sumber: www.bolasport.com)
Sepak bola memang menjadi olahraga paling populer sejagat dan tentu saja juga menjadi olahraga paling digandrungi di Indonesia. Setelah sempat terpuruk akibat sanksi dari FIFA, selama sekitar dua tahun terakhir, jagat sepak bola Indonesia mulai bangkit dan bergairah kembali. Pemain-pemain asal Indonesia mulai bermain di liga luar negeri terutama di negeri jiran Malaysia. Pelatih asal Indonesia pun pernah ada yang dipercaya melatih klub di Liga Malaysia, namun siapa sangka ada pelatih berdarah Indonesia yang saat ini sedang melatih salah satu klub di Liga Inggris, walaupun bukan melatih klub di Premier League. Mari kita coba mengenal lebih dekat Jos Luhukay pelatih berdarah Indonesia yang melatih klub Liga Inggris.

Jos Luhukay lahir dan dibesarkan di Belanda pada tanggal 13 Juni 1963 dari pasangan Belanda-Indonesia (Maluku). Jos Luhukay yang saat ini melatih klub sepak bola Sheffield Wednesday di divisi Championship atau kasta kedua kompetisi Liga Inggris. Seperti umumnya pelatih atau manajer sepak bola lainnya, Jos Luhukay juga merupakan mantan pemain sepak bola dengan posisi gelandang.

Jos Luhukay memulai karir sepak bolanya pada usia 15 tahun di klub lokal di kotanya VVV-Venlo. Kemudian pada tahun 1989 Jos meninggalkan VVV-Venlo dan bermain untuk SVV Schiedam, dimana dia bertahan di klub tersebut hingga tahun 1991. Karirnya dilanjutkan di klub RKC Waalwijk dimana dia bermain disana selama 1991-1993. Pada tahun 1993, untuk pertama kalinya Jos meninggalkan negerinya menuju Jerman untuk membela klub SV Straelen. Jos membela SV Straelen pada dua periode 1993-1995 dan 1996-1998. Diantara dua periode tersebut, Jos membela klub Jerman lainnya KFC Uerdingen selama rentang 1995-1996. Ketika membela KFC Uerdingen, Jos Luhukay sempat dua kali bermain di kasta teratas kompetisi sepak bola Jerman Bundesliga. Jos Luhukay mengakhiri karir bermain sepak bola di tahun 1998 di klub SV Straelen. Semasa bermain dia selalu menempati posisi sebagai pemain tengah atau gelandang.

Hanya selang sebulan setelah memutuskan pensiun sebagai pemain, Jos Luhukay ditunjuk sebagai manajer di klub yang terakhir dibelanya SV Straelen. Dua tahun kemudian dia pindah sekali lagi untuk menukangi KFC Uerdingen sebelum akhirnya pada tahun 2002 dia dipercaya menjadi asisten pelatih klub Bundesliga 1. FC Köln.

Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola

Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola
Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola
(sumber: www.google.com)
Dalam setiap pertandingan atau permainan sepak bola, bola keluar dari lapangan permainan adalah sesuatu yang wajar dan biasa terjadi. Hal tersebut sudah menjadi bagian dari permainan yang sedang berlangsung. Bola dapat meninggalkan lapangan permainan dari sisi manapun, belakang gawang (garis gawang) maupun garis samping lapangan.

Lemparan ke dalam adalah sebuah upaya atau bagian dari permainan sepak bola yang ditujukan untuk mengembalikan bola ke dalam lapangan permainan. Lemparan ke dalam dilakukan setiap kali bola meninggalkan lapangan permainan melalui sisi samping atau garis samping lapangan permainan. Itulah salah satu panduan atau aturan dasar mengenai lemparan ke dalam pada olahraga sepak bola. Artikel kali ini akan membahas Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam di Sepak Bola.

Mengapa artikel ini dibuat ? Sebab, ternyata tidak semua orang yang bermain sepak bola atau peminat sepak bola paham benar mengenai aturan lemparan ke dalam pada olahraga sepak bola. Buktinya, Serge Aurier sang bek Tottenham Hotspur sampai tiga kali melakukan kesalahan saat melakukan lemparan ke dalam pada laga melawan Crystal Palace beberapa hari yang lalu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola #1
Lemparan ke dalam dilakukan apabila bola meninggalkan lapangan permainan melalui sisi garis samping lapangan. Lemparan ke dalam akan dilakukan oleh pemain lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola.

Serba-Serbi Seputar Lemparan Ke Dalam Di Sepak Bola #2
Setiap pemain yang hendak melakukan lemparan ke dalam diharuskan untuk menghadap ke arah lapangan permainan. Pemain tidak diperbolehkan melempar bola dengan posisi membelakangi lapangan walaupun tidak tertutup kemungkinan dian akan tetap dapat melakukannya dengan baik.

Kedua kaki pemain yang hendak melakukan lemparan ke dalam juga diharuskan berada di atas garis samping lapangan atau di luar lapangan serta wajib menyentuh tanah. Dalam melempar bola kembali ke lapangan permainan, kedua tangan pelempar harus berada di atas kepala serta ayunan tangan saat melempar harus dimulai dari posisi di belakang kepala.

Sabtu, 24 Februari 2018

Fakta-Fakta Menarik Seputar Undian Babak 16 Besar Europa League 2017/2018

Fakta-Fakta Menarik Seputar Undian Babak 16 Besar Europa League 2017/2018
Fakta-Fakta Menarik Seputar Undian Babak 16 Besar Europa League 2017/2018
(sumber: www.google.com)
Kita semua sudah mengetahui kompetisi terpopuler kedua di persepakbolaan Eropa setelah Champions League ini. Europa League mempertemukan tim-tim sepak bola di seluruh benua Eropa yang memenuhi kualifikasi untuk dapat bertanding di ajang tersebut, termasuk tim-tim yang gagal lolos dari babak grup Champions League di setiap musimnya.

Europa League 2017/2018 baru saja merampungkan babak 32 besar dan juga baru saja menyelesaikan undian babak 16 besar hari Jumat kemarin waktu Nyon, Swiss. Posting kali ini akan mencoba membahas fakta-fakta menarik seputar undian babak 16 besar Europa League 2017/2018 yang baru dirampungkan Sabtu dinihari WIB. Mari kita simak bersama fakta-fakta menarik yang ada.

Fakta-Fakta Menarik Seputar Undian Babak 16 Besar Europa League 2017/2018 #1
Semua tim yang lolos ke babak 16 besar ditempatkan ke dalam 3 pot atau kelompok sebelum undian dimulai. 3 pot tersebut adalah tim asal Ukraina, tim asal Rusia, dan tim dari negara-negara lain selain kedua negara yang telah disebutkan sebelumnya.

Mengapa 3 pengelompokkan tersebut dibuat ? Hal ini masih ada kaitannya dengan gejolak atau konflik yang pecah beberapa tahun lalu antara Ukraina dan Rusia yang tampaknya masih berdampak dan berlanjut hingga hari ini. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jika tim dari dua negara harus bertemu di babak yang terlalu awal, maka dibuatlah sistem pengelompokkan tersebut.

Mengacu ke 3 pengelompokkan yang telah dibuat, ditetapkan pula aturan pengundian yang menyatakan bahwa tim asal Ukraina (dalam hal ini Dynamo Kyiv) tidak akan bertemu dengan tim asal Rusia (CSKA Moscow, Lokomotiv Moscow, Zenit St. Petersburg) di babak 16 besar, sebab tim asal Ukraina akan diundi dengan tim yang berasal dari kelompok tim selain dari dua negara tersebut.

Setelah tim asal Ukraina menemukan lawannya di babak 16 besar, tim asal Rusia akan digabungkan ke dalam pot atau kelompok tim yang lain untuk kemudian pengundian akan dilanjutkan seperti biasa.

Jumat, 05 Januari 2018

Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City

Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City
Pemain-pemain Manchester City merayakan kemenangannya.
Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City.
Manchester City tampil begitu gemilang hingga pekan ke-22 English Premier League (Liga Primer Inggris) 2017/2018 dan berpeluang sangat besar untuk menjadi juara di akhir musim nanti. Hingga pekan ke-22, Manchester City unggul 15 poin atas Manchester United yang berada di peringkat kedua klasemen sementara. Sebelum ditahan imbang 0-0 oleh Crystal Palace pada laga pekan ke-21, City telah berhasil menang dalam 18 laga beruntun. Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor kemenangan beruntun yang sebelumnya mereka cetak sendiri.

Selain rekor tersebut, musim ini Manchester City dipercaya akan mampu memecahkan beberapa rekor hebat di Liga Primer Inggris. Mari kita simak bersama rekor-rekor Premier League yang siap dipecahkan Manchester City di akhir musim 2017/2018 nanti.

Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City #1
Sampai saat ini, Chelsea masih memegang rekor jumlah kemenangan semusim di Premier League yaitu sebanyak 30 kemenangan yang diraih musim 2016/2017 lalu.

Hingga berakhirnya pekan ke-22, City telah meraih 20 kemenangan, itu artinya City masih membutuhkan 11 kemenangan lagi untuk memecahkan rekor yang dimiliki Chelsea. Namun melihat performa City yang stabil dan masih belum terkalahkan hingga pekan ke-22, kemungkinan rekor tersebut dapat dipecahkan di akhir musim nanti.

Rekor-Rekor Premier League Yang Siap Dipecahkan Manchester City #2
Selain memegang rekor kemenangan terbanyak dalam semusim, Chelsea juga memegang rekor perolehan poin terbanyak dalam satu musim di Liga Primer Inggris. Chelsea mampu meraup 95 poin ketika menjadi juara Liga Primer Inggris musim 2004/2005.

Manchester City saat ini secara rata-rata mampu memperoleh 2,81 poin per pertandingan dan sudah meraih poin total 62 poin hingga pekan ke-22. Dengan rata-rata perolehan poin seperti itu, City masih memiliki kemungkinan untuk meraih 44-45 poin lagi hingga akhir musim nanti. Dengan demikian City secara total akan mampu meraup 106 atau 107 poin di akhir musim nanti.

Senin, 01 Januari 2018

Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan

Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan
Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan
(sumber: google.com)
Ricardo Izecson dos Santos Leite atau lebih dikenal dengan Kaka adalah pesepakbola dunia asal Brazil dan mantan bintang yang telah menjadi legenda klub AC Milan. Pemain bola yang pernah menjadi salah satu pemain termahal dunia kala ditebus oleh Real Madrid dari AC Milan ini akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya di dunia sepak bola alias gantung sepatu. Kaka memutuskan untuk pensiun pada usianya yang ke-35 tahun pada 17/12/2017 yang lalu. Selain bahwa Kaka adalah salah satu pesepakbola terbaik dunia dan juga pernah menjadi salah satu pemain termahal dunia, ternyata masih ada beberapa hal unik lain mengenainya yang mungkin belum kita semua ketahui. Oleh karena itu, mari kita coba simak bersama serba-serbi Ricardo Kaka sang legenda AC Milan tersebut.

Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan #1 - Kaka Nyaris Lumpuh
Sejak kecil Kaka sudah berminat untuk menjadi pemain sepak bola profesional, namun ternyata langkah untuk menuju kesana tidaklah mudah bagi dirinya. Walaupun telah bermain bagus sejak masih usia muda, tetapi Kaka memiliki tubuh yang sangat kecil dan rentan cedera. Karena terlalu lemah untuk menjadi pemain bola profesional, pada usia 15 tahun, dokter menyarankannya untuk mengikuti program nutrisi. Kaka pun akhirnya mengikuti program tersebut dan sebagai hasilnya dalam waktu tidak sampai dua tahun dia telah berhasil menambah massa ototnya hingga 10 kilogram.

Tetapi ternyata tantangan untuk menjadi pemain bola profesional belum berhenti sampai disana. Pada tahun 2000, Kaka mengalami kecelakaan aneh ketika melompat ke kolam renang yang membuatnya hampir kehilangan kedua kakinya. Kaka juga pernah mengalami cedera tulang belakang yang nyaris membuatnya lumpuh.

Namun berkat kepercayaan yang penuh kepada Tuhan dan istirahat yang cukup panjang, akhirnya dia berhasil pulih dan dapat kembali bermain bola. Kejadian nyaris lumpuh itu pula yang akhirnya membentuk persepsinya yang berbeda tentang dunia ini.

Serba-Serbi Ricardo Kaka Sang Legenda AC Milan #2 - Sang Adik Bersama di AC Milan
Terpincut oleh bakat yang dimiliki Kaka, AC Milan akhirnya memutuskan untuk mendatangkan Kaka pada tahun 2003 dari Sao Paulo. Nilai transfer Kaka pada waktu itu terbilang fantastis yaitu 8,5 Juta Euro. Kaka datang ke AC Milan saat masih berusia 22 tahun.

Pada saat kedatangan Kaka, AC Milan merupakan tim yang cukup berumur. Saat itu, rata-rata umur pemain AC Milan sudah di atas 30 tahun, bahkan ada yang sudah berumur 36 tahun. Oleh karena itu, Kaka yang masih berusia 22 tahun tampak sangat muda dibandingkan rekan-rekan setimnya dan oleh karena itu pula mereka menganggapnya seperti seorang adik. Rekan-rekan setim yang lebih tua itu menjadi sangat protektif terhadap Kaka mengingat usianya yang masih muda dan ditambah pula bahwa Kaka adalah orang yang sangat sopan serta mudah disayangi.

Kamis, 28 Desember 2017

Takashi Inui Pemain Sayap SD Eibar Pencetak Gol Tercepat La Liga

Takashi Inui menandatangani kontrak bersama Eintracht Frankfurt
Takashi Inui menandatangani kontrak
bersama Eintracht Frankfurt

(sumber: wikipedia.com)
Tulisan kali ini akan membahas profil pemain, yaitu pemain sayap asal Jepang yang bermain di klub SD Eibar yang berlaga di La Liga Spanyol. Kenapa membahas profil pemain tersebut ? Sesuai judul tulisan ini, telah dapat diketahui, karena Takashi Inui merupakan pencetak gol tercepat La Liga sampai sejauh ini. Mari kita simak bersama profil Takashi Inui pemain sayap SD Eibar pencetak gol tercepat La Liga.

Takashi Inui merupakan seorang pemain berkebangsaan Jepang yang terlahir pada 2 Juni 1988 di Omihachiman, Jepang. Pemain dengan tinggi badan 169 cm ini bermain di posisi sayap (winger) atau attacking midfielder (gelandang serang). Selain bermain untuk klub La Liga SD Eibar, Inui juga bermain untuk tim nasional Jepang.

Takashi Inui yang tampil gemilang pada laga SD Eibar melawan Girona dalam sebuah laga La Liga yang digelar pada 21/12/2017 waktu Spanyol mengawali karir bermain sepak bola nya kala membela tim sepak bola sekolahnya di Jepang yaitu Shiga Yasu High School. Bersama tim sekolahnya tersebut Inui berhasil mencetak prestasi kala memenangi All Japan High School Soccer Tournament Letterwinner pada tahun 2006.

Takashi Inui yang mampu mencetak dua gol pada laga SD Eibar melawan Girona, memulai karir sepak bola professional bersama klub Yokohama Marinos pada tahun 2007 yang berlaga di kompetisi Divisi 1 Liga Jepang. Debut professional dijalani pada laga melawan Yokohama F.C yang dihelat pada 10 Maret 2007. Akan tetapi debut professional Inui tidak berjalan mulus. Selama membela Yokohama Marinos, Inui kesulitan mendapatkan tempat reguler di tim utama, dimana akhirnya Inui dipinjamkan ke klub Divisi 2 Liga Jepang Cerezo Osaka pada Juni 2008. Takashi Inui akhirnya pindah secara permanen ke klub tersebut pada akhir musim.

Rabu, 27 Desember 2017

Ali Khaseif, Sang Kiper Super Al Jazira

Piala Dunia Antar Klub atau FIFA Club World Cup baru saja berakhir belum sampai dua minggu lalu, yang menghadirkan Real Madrid sebagai juara setelah mengandaskan perlawanan Gremio asal Brazil. Namun bukan itu yang hendak diulas pada tulisan kali ini, melainkan mengenai kiper dari salah satu klub yang disingkirkan Real Madrid di semifinal Piala Dunia Antar Klub, Al Jazira.

Ali Khaseif, Sang Kiper Super Al Jazira
Ali Khaseif, Sang Kiper Super Al Jazira
(sumber: fifa.com)
Bagi yang menonton laga Real Madrid menghadapi Al Jazira, pasti mengetahui mengenai kiper yang tampil begitu super pada laga tersebut. Kiper yang sanggup membuat seluruh pemain bintang Real Madrid tak mampu menyarangkan satu gol pun ke gawang Al Jazira. Kiper yang mampu membuat pemain Real begitu frustasi pada babak pertama. Ali Khaseif itulah nama sang kiper super Al Jazira yang sanggup menyulitkan Real Madrid di babak pertama melalui upayanya untuk memblok atau menepis sebagian besar upaya pemain Real Madrid yang mengarah ke gawang Al Jazira yang dikawalnya.

Berkat penampilannya yang gemilang, Ali Khaseif sang kiper super Al Jazira mampu menarik perhatian dan menjadi sorotan berbagai pihak, khususnya yang menyaksikan laga Real Madrid menghadapi Al Jazira yang digelar pada Rabu 13-12-2017 waktu setempat di Stadion Sheikh Sayed Sports City. Pada laga tersebut, Ali Khaseif hanya tampil selama 51 menit dan kemudian digantikan oleh kiper kedua Al Jazira.

Walaupun tidak tampil penuh selama 90 menit pada laga tersebut, tetapi penampilan gemilang Ali Khaseif sang kiper super Al Jazira sanggup membuat Al Jazira unggul hingga berakhirnya 45 menit pertama pertandingan. Seperti kita ketahui bersama, memang pada akhirnya Real Madrid memenangkan laga melawan Al Jazira, tetapi kemenangan Madrid tersebut tercipta melalui gol-gol yang lahir setelah Ali Khaseif digantikan oleh Al Senani pada menit ke-51. Jadi secara resmi, tak ada satupun pemain Madrid yang sanggup membobol gawang Ali Khaseif. Fakta tersebut semakin menguatkan dan membuat Ali Khaseif layak dijuluki sebagai sang kiper super Al Jazira. Sebagai tambahan pula, performa Ali Khaseif bisa jadi juga dipengaruhi oleh jabatan kapten tim yang diembannya.

Itulah sekilas kisah dan ulasan mengenai Ali Khaseif sang kiper super Al Jazira. Kiper yang tampil gemilang selama perhelatan Piala Dunia Antar Klub yang baru berakhir belum terlalu lama ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. [dari berbagai sumber].

Senin, 18 Desember 2017

100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 4 (31-40)

100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 4 (31-40)
100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin
Belum Kita Ketahui - Bagian 4 (31-40)
(sumber: google.com)
Masih melanjutkan tulisan sebelumnya, 100 Fakta Unik Piala Dunia Yang Mungkin Belum Kita Ketahui - Bagian 3 (21-30), tulisan kali ini akan mengulas 10 fakta unik Piala Dunia berikutnya yang mungkin belum kita ketahui. Mari kita simak bersama fakta-fakta unik tersebut.

Fakta Unik Piala Dunia #31 - Rusia selaku tuan rumah Piala Dunia 2018 (bukan ketika masih menjadi Uni Soviet) tidak pernah lolos dari babak grup pada tiga edisi Piala Dunia 1994, 2002, dan 2014.

Fakta Unik Piala Dunia #32 - Helmut Schön merupakan pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia yaitu 25 kali kala menangani Jerman Barat.

Fakta Unik Piala Dunia #33 - Oscar Washington Tabarez, pelatih tim nasional Uruguay, akan melatih untuk keempat kalinya dalam ajang Piala Dunia sepanjang sejarah karirnya. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan semua pelatih yang ada di Piala Dunia 2018.

Fakta Unik Piala Dunia #34 - Setiap Piala Dunia digelar, kejuaraan tersebut selalu dimenangkan oleh pelatih yang memiliki kebangsaan sama dengan negara yang dilatih.

Fakta Unik Piala Dunia #35 - Antonio Carbajal (pemain tim nasional Meksiko) dan Lothar Matthaus (legenda Jerman) tampil dalam 5 turnamen Piala Dunia. Rafael Marguez memiliki peluang untuk menyamai capaian tersebut jika tampil di Piala Dunia Rusia 2018.